NGANJUK RADAR NUSANTARA POST COM Proyek pembangunan drainase perkotaan di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan pengguna jalan. Bukan lantaran kelayakan fungsi salurannya, melainkan akibat dari proses pengerjaan akhir (finishing) yang dinilai asal-asalan dan memicu bahaya laten bagi para pelintas.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, bekas potongan aspal jalan akibat penggalian drainase tak kunjung dikembalikan ke kondisi semula. Area bekas galian tersebut hanya ditimbun material kasar tanpa adanya pengaspalan ulang (patching). Kondisi ini menciptakan permukaan jalan yang tidak rata dan mencolok, sangat kontras dengan area sekitarnya yang telah tertata rapi.

​Kondisi tersebut tak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

​Yudha, salah satu pengendara yang tengah melintas menuju objek wisata Air Terjun Sedudo, menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai sisa pekerjaan yang menyisakan tonjolan kasar layaknya portal tersebut sangat membahayakan, terlebih saat jarak pandang terbatas.

​”Ya bahaya mas, ini kalau malam kan strukturnya tidak kelihatan sebab permukaan lainnya mulus, dan tiba-tiba ada yang rusak tergaris seperti ini bagaimana?” ujar Yudha saat pada sabtu 19/9/26.

​Yudha menambahkan, Dinas Terkait di Kabupaten Nganjuk harus segera turun tangan untuk menegur pihak kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas. Pengawasan ketat perlu dilakukan agar pelaksana proyek mematuhi seluruh klausul kewajiban yang tertera dalam papan kontrak kerja, termasuk pemulihan jalan pasca-konstruksi.

​Masyarakat dan para pelintas kini berharap adanya tindakan cepat dari instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen. Sebelum jatuh korban jiwa, pengaspalan ulang pada bekas belahan jalan tersebut mendesak untuk segera direalisasikan demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Sebelum berita ini di turunkan media sudah sempat turun ke lokasi sebanyak 2 kali yakni pada 15/9/26 dan 19/9/26 dan hanya menemukan papan peringatan,papan informasi serta molen kecil di sekitar area lokasi pinggir jalan tanpa adanya tampak pekerja.

Jurnalis Gus Lutf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!