*SAMPANG, RADAR NUSANTARA POST -* Kondisi fasilitas umum di Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sampang, yang berlokasi di Jalan Raya Sampang, menuai keluhan keras dari masyarakat. Fasilitas kamar mandi dilaporkan terkunci, rusak, dan mengalami krisis air bersih.
Kondisi memprihatinkan tersebut terjadi pada Senin (03/11/2026), saat kantor dipadati masyarakat yang sedang mengantri pelayanan perbankan, termasuk para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang menunggu proses pencairan dan pengurusan kartu.
Akibatnya, sejumlah nasabah yang membutuhkan fasilitas toilet terpaksa menahan ketidaknyamanan. Situasi ini dinilai sangat tidak layak untuk sebuah kantor pusat perbankan BUMN yang setiap hari didatangi ratusan nasabah.
“Saya tanya ke satpam, katanya airnya habis dan rusak. Padahal kami sudah lama menunggu antrian PKH. Masa fasilitas kamar mandi saja tidak tersedia, kasihan ibu-ibu,” keluh salah seorang warga kepada media ini.
Warga menyayangkan buruknya pengelolaan fasilitas publik tersebut. Menurutnya, BRI sebagai bank besar plat merah seharusnya menjadi contoh dalam memberikan pelayanan prima, bukan hanya soal transaksi keuangan, tetapi juga kenyamanan fasilitas pendukung.
“Kantor perbankan itu wajah pelayanan publik. Seharusnya fasilitas seperti kamar mandi itu bersih, layak, dan airnya tersedia. Jangan sampai masyarakat kecewa hanya karena hal sepele tapi vital seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, petugas keamanan (Satpam) yang berjaga di lokasi membenarkan bahwa kamar mandi tersebut memang sedang mengalami kendala teknis, yakni kehabisan air dan mengalami kerusakan.
Masyarakat mendesak manajemen BRI Cabang Sampang untuk segera turun tangan melakukan pengecekan, perbaikan, dan memastikan ketersediaan air bersih secara permanen. Jangan sampai persoalan fasilitas dasar ini mencoreng citra pelayanan BRI.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak manajemen BRI Pusat Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan fasilitas kamar mandi tersebut.
*Tim Radar Nusantara Post masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.*
Reporter Matsiri
