RADAR NUSANTARA POST BANGKALAN – Tokoh muda Bangkalan, Aruf Kenzo (Ma’ruf), menyampaikan sikap tegas terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kokop.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas makanan yang nantinya diterima para siswa.
Menurut Aruf Kenzo, beberapa hari lalu para relawan SPPG di Kabupaten Bangkalan telah menggelar aksi sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG.
Ia menghormati setiap bentuk dukungan yang bertujuan menyukseskan program pemerintah, selama pelaksanaannya benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya para pelajar.
Namun demikian, Aruf menegaskan bahwa dukungan terhadap program tidak boleh menghilangkan fungsi pengawasan. Ia menyatakan akan mengawal secara serius pelaksanaan MBG di wilayah Kecamatan Kokop agar kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar gizi, aman dikonsumsi, dan layak diberikan kepada siswa.
“Kalau ke depan menu MBG yang didistribusikan kepada adik-adik siswa di Kecamatan Kokop dirasa kurang baik, saya tidak akan memberikan toleransi lagi. Apalagi sampai menyebabkan gangguan kesehatan bagi adik-adik siswa,” tegas Aruf Kenzo, Sabtu (27/06/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin melihat para siswa hanya mendapatkan makanan dengan kualitas yang minim atau tidak memenuhi kebutuhan gizi sebagaimana tujuan utama Program MBG.
“Saya tidak akan membiarkan adik-adik siswa hanya diberikan menu yang minimalis. Program ini menggunakan anggaran negara dan harus benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Kualitas makanan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Aruf juga menegaskan bahwa apabila ditemukan dugaan penyajian makanan yang tidak layak, kualitas buruk, atau bahkan mengakibatkan dampak kesehatan terhadap siswa, dirinya akan mengambil langkah tegas.
“Kalau itu terus terjadi, saya tidak akan segan memviralkan temuan tersebut sekaligus melaporkannya ke kanal pengaduan Satgas MBG. Dapur mana pun itu, harus bertanggung jawab apabila lalai terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada siswa,” katanya.
Menurutnya, pengawasan terhadap Program MBG bukan dimaksudkan untuk menghambat jalannya program pemerintah, melainkan memastikan tujuan program benar-benar tercapai, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Ia juga mengajak para orang tua, guru, pihak sekolah, serta masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut. Apabila ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, tidak higienis, atau tidak sesuai standar gizi, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang agar dapat segera dilakukan evaluasi.
Aruf berharap seluruh penyelenggara dan dapur penyedia MBG di Kabupaten Bangkalan selalu mengutamakan kualitas bahan makanan, kebersihan proses pengolahan, serta keamanan pangan sehingga para siswa dapat menerima manfaat maksimal dari program tersebut.
Di akhir pernyataannya, Aruf menegaskan bahwa keberhasilannya Program MBG tidak hanya diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas gizi, keamanan pangan, dan dampak positif yang dirasakan oleh para siswa.
“Saya mendukung program yang berpihak kepada rakyat. Tetapi jika dalam pelaksanaannya ada kelalaian yang merugikan kesehatan anak-anak, maka saya akan berdiri paling depan untuk mengawalnya dan memastikan ada pertanggungjawaban,” pungkas Aruf Kenzo.
Redaksi/ Fnd
