GRESIK, RADAR NUSANTARA POST, – Komplotan residivis spesialis pencurian kabel trafo milik PT PLN yang beraksi lintas kota di Jawa Timur akhirnya berhasil diringkus. Lima pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah hotel di Kabupaten Ngawi, Senin (6/4/2026) dini hari, tanpa perlawanan.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari laporan pencurian kabel di wilayah Duduksampeyan. Kasus bermula pada 24 Februari 2026, ketika warga Dusun Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, melaporkan pemadaman listrik mendadak. Setelah diperiksa, petugas PLN mendapati kabel incoming trafo distribusi 20 KV telah dipotong dan dicuri, menimbulkan kerugian sekitar Rp14 juta.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan gunting besi berukuran besar untuk memotong kabel distribusi. Mereka tidak segan menimbulkan pemadaman listrik demi mendapatkan material tembaga yang kemudian dijual kembali.
“Setelah penyelidikan intensif, Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik memperoleh informasi keberadaan para pelaku di Ngawi,” ungkap Kapolres.
Pengintaian dilakukan di sekitar Jalan Basuki Rahmat, Margomulyo, Ngawi. Hasilnya, pada pukul 00.30 WIB, kelima tersangka berhasil ditangkap di Hotel Nuansa. Mereka masing-masing berinisial E.D (41), H.L (34), M.H (32), D.W (33), dan R.F (34). Tiga di antaranya diketahui residivis kasus serupa yang baru bebas pada 2025.
Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini teridentifikasi aktif beraksi di berbagai wilayah: sembilan TKP di Gresik, 14 TKP di Ngawi, serta satu TKP di Bangkalan. Barang bukti yang diamankan antara lain tiga gunting besi besar, linggis, palu besi, kunci pas ring, rompi biru, topi kupluk, karung putih, serta satu plat nomor palsu.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan pemberatan yang dilakukan secara bersekutu. Mereka terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.
( Mul )
