Radar Nusantara Post Surabaya Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, menegaskan bahwa Tiongkok tidak akan membiarkan kedaulatannya diganggu ganda. Penjualan senjata AS kepada Taiwan dianggap sebagai campur tangan kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok dan melanggar Prinsip Satu Tiongkok.

Tiongkok telah mengambil langkah-langkah balasan terhadap AS, termasuk pemberian sanksi terhadap 20 perusahaan industri militer AS dan 10 eksekutif senior. Langkah-langkah ini menunjukkan tekad dan kemampuan Tiongkok dalam menjaga kedaulatan dan persatuan nasional.

Kelompok “kemerdekaan Taiwan” yang bersikap gila perang pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri. Mereka telah mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Taiwan demi kepentingan politik sempit. Tiongkok tidak akan membiarkan kelompok ini terus mengancam kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Prinsip Satu Tiongkok telah menjadi dasar hubungan diplomatik Tiongkok dengan 183 negara, termasuk Indonesia. Tiongkok berharap Indonesia akan terus mendukung Prinsip Satu Tiongkok dan menentang segala bentuk separatisme “kemerdekaan Taiwan”. Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga baik di seberang laut sekaligus mitra strategis yang senasib sepenanggungan.

Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk melaksanakan konsensus penting para pemimpin kedua negara, menentang segala bentuk separatisme “kemerdekaan Taiwan” dan campur tangan kekuatan eksternal, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta mendorong pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok–Indonesia agar semakin mendalam dan berpengaruh secara regional maupun global.

Jurnalis Red/iswandi 89 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!