Oplus_16908288

 

𝗦𝗨𝗥𝗔𝗕𝗔𝗬𝗔, RADAR NUSANTARA POST— Fenomena tidak biasa terjadi di teras rumah warga di Jalan Bogen I, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Tanah di area tersebut mendadak mengeluarkan asap tipis disertai hawa panas dan bau seperti terbakar.

Di lokasi, terlihat galian tanah selebar sekitar 30 sentimeter di teras rumah. Asap masih terlihat keluar dari dalam tanah, dengan hawa panas yang cukup menyengat di sekitarnya.

Penghuni rumah, Cik Wen (70), mengungkapkan bahwa panas dari dalam tanah membuat lantai teras hingga area pintu ruang tamu terasa hangat. Kondisi itu memaksanya selalu mengenakan alas kaki saat melintas di area tersebut.

Awalnya, panas hanya terasa di permukaan lantai. Namun, setelah empat hingga lima hari, suhunya justru semakin meningkat. Karena khawatir, Cik Wen meminta bantuan tukang untuk membongkar sebagian lantai teras.

Saat tanah digali, asap tipis mendadak keluar dari dalam galian. Peristiwa itu pertama kali terjadi sekitar sepekan lalu dan baru disadari setelah lantai teras dibongkar.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga dan diteruskan ke Command Center 112 Surabaya pada Senin (19/1/2026) siang. Petugas sempat melakukan pengecekan di lokasi.

Menurut Cik Wen, petugas menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak membahayakan. Namun, hingga kini asap tipis dan bau masih tercium dari area galian, sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Petugas PLN juga turut melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada gangguan jaringan listrik. Dari hasil pengecekan, ditemukan kabel listrik yang lecet akibat bergesekan dengan seng. Kabel tersebut telah diperbaiki dan diganti untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut.

Meski demikian, sumber panas dari dalam tanah masih menjadi tanda tanya. Cik Wen menyebut, selama 35 tahun menempati rumah tersebut, ia baru pertama kali mengalami kejadian serupa. Untuk sementara, galian tanah ditutup seadanya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.

Ia berharap ada solusi agar kondisi tersebut segera ditangani dan tidak menimbulkan kekhawatiran di kemudian hari. (𝗺𝘇𝗮)

 

Editor : Ahmad Shohib

By Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!