RADAR NUSANTARA POST BANGKALAN – M. Izzanudin Alkarimi, siswa UPTD SMP Negeri 3 Bangkalan, membuktikan bahwa karya sastra dapat menjadi instrumen pemulihan trauma yang ampuh. Setelah berjuang melawan dampak perundungan (bullying) selama enam tahun.
Penulis muda kelahiran 2011 ini resmi memperkenalkan Lima karya novelnya dalam audiensi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangkalan, Kamis (12/2/2026).
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangkalan, M. Ainul Ghufron memberikan apresiasi tinggi atas produktivitas Alkarimi. Dalam pertemuan tersebut, Alkarimi menyerahkan lima mahakarya orisinalnya yang berjudul:
Leon Sang Cahaya
Dua Pedang Satu Jiwa
Pulang Ke Hati Yang Benar
Sang Pangeran Bintang
Dibalik Rak Nomor Tujuh
“Apa yang dicapai Ananda Alkarimi adalah bukti adanya bakat jenius yang harus kita jaga. Ia merupakan aset berharga Kabupaten Bangkalan yang akan kita dukung penuh hingga menembus level nasional,” ujar Ainul Ghufron dalam keterangan resminya.
Keberhasilan Alkarimi tidak lepas dari peran RP. Salman Alrosyid Dungmoso, Pimpinan Museum Uang Perusnia Bangkalan, yang bertindak sebagai mentor kepenulisan.
“Melalui bimbingan literasi yang interaktif, Alkarimi mampu mentransformasi pengalaman pahit masa lalunya menjadi narasi fiksi yang mendalam,” ungkap Salman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 3 Bangkalan, R.Hoirul Iskandar, menyatakan bahwa pencapaian ini, adalah hasil kolaborasi antara tekad kuat siswa dan pendampingan yang tepat dari pihak mentor eksternal.
“Alkarimi telah mengangkat nama sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Kami bangga memiliki siswa yang mampu menembus batas kemungkinan di usia sedini ini,” ungkap Hoirul.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perpustakaan SMPN 3 Bangkalan, Siti Sachroh, berharap kisah Alkarimi dapat menjadi motivasi bagi siswa lain yang mungkin tengah mengalami masa sulit. Menurutnya, retakan masa lalu bukanlah akhir, melainkan awal dari pembentukan pribadi yang lebih tangguh.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kini tengah berkoordinasi dengan pihak penerbit.
“Langkah ini kami diambil untuk memastikan karya-karya Alkarimi dapat segera didistribusikan secara luas. Sehingga pesan inspiratifnya dapat menjangkau pembaca di seluruh Indonesia.” Pungkasnya.
Jurnalis isw89
