RADAR NUSANTARA POST SURABAYA Sangat di sesalkan sikap pendamping Program Keluarga Harapan ( PKH ) Kelurahan Tambak Rejo kecamatan Simokerto Kota Surabaya saat di konfirmasi resmi awak media on line pilih Bungkam atas dugaan kelalaian pendamping dalam menjalankan tugas—mulai dari sosialisasi dan verifikasi data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lewat DTKS, hingga monitoring lapangan dan pencegahan penyalahgunaan dana PKH.

Pada hari Rabu tertanggal
25 Maret 2026, awak media mencoba konfirmasi Lewat WhatsApp untuk konfirmasi
mengajukan empat pertanyaan pokok: mekanisme sosialisasi dan identifikasi KPM, rutinitas verifikasi data, frekuensi kunjungan rumah beserta pelaporannya, serta upaya mencatat potensi graduasi mandiri maupun mencegah penyelewengan bantuan. Media memberi tenggat lima hari kerja untuk jawaban tertulis dan menawarkan wawancara langsung bila diperlukan.

Hingga batas waktu yang ditentukan lewat, Pendamping PKH Tambak Rejo tidak memberikan tanggapan apa pun. Radar Nusantara Post menyatakan akan tetap memuat konfirmasi tersebut demi pemberitaan yang berimbang, sekaligus menembuskan surat ke Dinas Sosial Surabaya dan Koordinator PKH Kecamatan Simokerto.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak pendamping maupun dinas terkait mengenai dugaan tersebut. RADAR NUSANTARA POST berkomitmen menindaklanjuti perkembangan informasi untuk publik.( isw89)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!