Surabaya, Radanusantarapost.com
— Organisasi masyarakat MADAS Sedarah menggelar pelantikan kepengurusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur dan DPD Surabaya dalam sebuah acara besar yang berlangsung di Surabaya, Minggu (30/11/2025). Pada momentum bersejarah tersebut, Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, Bung Taufik, sekaligus meresmikan 14 unit ambulans gratis yang siap melayani masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.
Pelantikan ini mengukuhkan Nurul Hidayat, S.H. sebagai Ketua DPD MADAS Sedarah Jawa Timur dan M. Sahri sebagai Ketua DPD Surabaya, bersama jajaran pengurus baru lainnya. Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan kehadiran para sesepuh, pimpinan ormas, serta tokoh penting masyarakat Madura.
Kehadiran Baihaki Akbar, pendiri MADAS yang kini dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam pergerakan komunitas Madura, memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Baihaki Akbar tampil bersama sejumlah ormas Madura, di antaranya AMI, IPPAMA, Grib, Jawara serta berbagai komunitas dan tokoh penting Madura dari lintas kota/kabupaten di Jawa Timur.
Suasana sontak berubah ketika Baihaki Akbar berdiri dan maju ke podium. Tokoh yang dikenal sebagai pendiri Madura Asli — Madura Sedarah itu langsung membakar semangat ruangan dengan pidato terbuka yang penuh energi dan keberanian.
Dengan suara lantang dan dada membusung, Baihaki membuka pidatonya tanpa kompromi:
“Saya tegaskan di sini, tidak ada MADAS selain MADAS Sedarah! Tidak ada! MADAS yang saya perjuangkan, yang saya besarkan, darah saya, keringat saya—semuanya untuk MADAS Asli pimpinan Bung Taufik!”
Riuh tepuk tangan menggema. Baihaki melanjutkan dengan nada semakin meninggi, penuh emosi dan loyalitas yang tidak tergoyahkan:
“Saya ini Baihaki Akbar! Madura asli—Madura sedarah! Saya berdarah-darah membesarkan organisasi ini dulu! Bersama H. Husnin, H. Subaidi, dan para tokoh Madura lainnya, kami bangun MADAS dari nol! Kami dirikan dengan kehormatan, dengan persaudaraan, dengan keberanian!”
Beberapa hadirin berdiri memberi hormat. Baihaki semakin menggetarkan ruangan:
“Hari ini saya berdiri bukan untuk diri saya. Saya berdiri untuk MADAS Sedarah! Untuk saudara saya, Bung Taufik! Saya nyatakan—saya berikan dukungan penuh, mandat penuh, tanpa ragu, tanpa syarat! Siapa pun yang berada di barisan ini, kita satu suara! Satu komando! Satu darah!”
Pidato itu tidak hanya memompa semangat para anggota MADAS, tetapi juga memperlihatkan betapa dalam dan kokohnya komitmen Baihaki Akbar terhadap perjuangan organisasi. Sorakan “Hidup MADAS Sedarah!” menggema, membuat suasana ruangan seolah berguncang.
Kehadiran kolektif ini menunjukkan bahwa MADAS Sedarah tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat Madura yang solid dan kompak di bawah semangat persaudaraan.
Dari seluruh rangkaian acara, peresmian 14 ambulans gratis menjadi perhatian utama. Program ini menunjukkan bahwa MADAS Sedarah tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi nyata bergerak dalam pelayanan kemanusiaan.
Bung Taufik menegaskan bahwa armada ambulans tersebut dapat digunakan gratis 24 jam, tanpa syarat, untuk seluruh masyarakat Jawa Timur—khususnya di wilayah yang memiliki komunitas Madura besar.
“Ambulans ini adalah bentuk kepedulian MADAS Sedarah kepada seluruh masyarakat. Siapa saja yang membutuhkan, silakan gunakan kapan pun. Tidak ada biaya, tidak ada syarat. Hubungi kantor MADAS Sedarah di kecamatan masing-masing,” tegas Bung Taufik.
Ambulans ini melayani kebutuhan gawat darurat, rujukan ke rumah sakit, hingga layanan kemanusiaan lainnya.
Program ambulans gratis ini mendapat apresiasi luas. Para sesepuh dan pendiri MADAS Sedarah menilai langkah ini sebagai “lompatan besar” yang membuktikan bahwa MADAS bukan sekadar simbol persaudaraan, tetapi hadir dengan kerja sosial nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Pelantikan pengurus DPD Jatim & Surabaya, ditambah peluncuran ambulans, menegaskan bahwa MADAS Sedarah semakin berkembang sebagai organisasi masyarakat yang kuat, solid, dan berorientasi pada kesejahteraan publik.
(Asis)
