RADARNUSANTARAPOST.COM | BERITA RELIGI & KEHIDUPAN BERAGAMA

Surabaya, 17 MEI 2026 – Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha, salah satu hari raya besar dalam ajaran Islam yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan tanggal 10 Zulhijah 1447 H. Perayaan ini bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, dan menjadi momen istimewa yang berpusat pada dua ibadah pokok, yakni pelaksanaan rukun haji serta penyembelihan hewan kurban atau yang dikenal juga sebagai Idul Nahr. Hari raya ini diperingati setiap tahun sebagai wujud nyata ketakwaan, ketaatan, dan pengabdian umat Muslim kepada Allah SWT.

 

Di balik pelaksanaan syariat dan kemeriahan perayaannya, Idul Adha menyimpan pesan utama serta nilai-nilai moral luhur yang menjadi landasan ajaran Islam, yang patut dipahami dan diamalkan oleh setiap pemeluknya. Nilai-nilai tersebut bersumber dari sejarah perjuangan para Nabi dan perintah ilahi, yang sarat makna bagi kehidupan bermasyarakat.

 

Pesan utama yang pertama dan menjadi inti peringatan ini adalah keteladanan ketaatan mutlak dari Nabi Ibrahim AS. Idul Adha menjadi momentum memperingati peristiwa agung di mana Nabi Ibrahim diuji oleh Allah SWT melalui perintah berat untuk mengorbankan putra tercintanya, Nabi Ismail AS. Dengan kesabaran luar biasa dan keikhlasan hati yang tulus, keduanya menerima perintah tersebut dengan penuh kepasrahan. Namun, di saat keteguhan itu diuji hingga batas tertinggi, Allah SWT mengganti putra beliau dengan seekor domba sebagai tebusan, sekaligus menetapkan peristiwa tersebut sebagai syariat abadi bagi umat Islam. Kisah ini mengajarkan makna ketaatan tanpa syarat dan kepercayaan penuh atas ketetapan Tuhan.

 

Nilai luhur kedua yang sangat ditekankan dalam perayaan ini adalah semangat solidaritas dan kepedulian berbagi antar sesama manusia, yang tercermin dalam ibadah kurban. Umat Islam yang memiliki kemampuan materi dianjurkan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba sebagai bentuk ibadah. Daging hasil kurban tersebut kemudian dibagikan dan didistribusikan kepada kaum fakir miskin, orang yang membutuhkan, serta masyarakat luas. Melalui pembagian ini, terjalin rasa persaudaraan yang erat, kesetaraan, dan kebersamaan, di mana lapisan masyarakat yang mampu dan yang kurang beruntung sama-sama dapat menikmati nikmat rezeki di hari yang mulia ini.

 

Selain itu, Idul Adha juga mengajarkan makna mendalam tentang pengorbanan harta dan melepaskan keterikatan berlebih pada dunia. Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan pelatihan rohani untuk meluruhkan kecintaan berlebih pada harta benda dan melatih sifat dermawan serta rela berkorban. Pengeluaran sebagian harta demi beribadah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mengingatkan manusia bahwa harta yang dimiliki hanyalah titipan yang wajib disalurkan di jalan yang benar dan bermanfaat.

 

Secara keseluruhan, perayaan Idul Adha bukan hanya seremonial keagamaan, melainkan momen penguatan iman dan karakter. Ia mengingatkan umat Islam untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim, memperkuat persaudaraan melalui berbagi rezeki, serta memurnikan hati dari sifat kikir dan cinta dunia berlebih, demi terciptanya masyarakat yang bertakwa, peduli, dan saling mengasihi.

 

(Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!