Radarnusantarapost.com | BERITA HUKUM & POLITIK
SURABAYA, 17 MEI 2026 – Kalimat tegas dan penuh semangat perlawanan kembali disampaikan elemen pemuda dan mahasiswa Jawa Timur. Melalui pernyataan sikap resmi yang disebarkan luas, Aliansi Pemuda & Mahasiswa Peduli Jawa Timur mengirimkan pesan keras kepada para oknum pejabat dan birokrat yang diduga terlibat penyalahgunaan wewenang serta korupsi. Organisasi yang terdaftar sah dengan SK Menkumham RI Nomor AHU-0002582.AH.01.07.Tahun 2020 ini menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terbukti merampas hak dan uang rakyat.
Dalam materi pernyataannya, situasi yang terjadi digambarkan bagai dihantam gelombang besar dan gempa dahsyat. Namun, aliansi menegaskan bahwa apa yang terjadi bukanlah bencana alam, melainkan gambaran nyata kondisi para oknum birokrat yang kini dilanda kepanikan luar biasa. Hal ini terjadi karena perlindungan yang selama ini mereka andalkan mulai runtuh, sementara ancaman ditetapkan sebagai tersangka kian nyata di depan mata.
“Ada arus gelombang dan gempa yang sangat tinggi, berpotensi lahirkan bencana mencekam. Tapi ini bukan tentang tsunami, melainkan para oknum pejabat birokrasi yang sedang panik karena berpotensi menjadi tersangka,” bunyi pernyataan tegas organisasi tersebut.
Ketua Aliansi Pemuda & Mahasiswa Peduli Jawa Timur, Acek Kusuma, tampil menegaskan komitmen organisasinya dengan kalimat berapi-api. Ia menyatakan tekad bulat untuk menelusuri, mengungkap, dan menindak segala bentuk penyimpangan, sekecil apa pun, hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, tidak ada celah atau tempat persembunyian bagi pihak mana pun yang terbukti menggerogoti keuangan negara dan merugikan kepentingan masyarakat luas.
“Sampai ke lubang semut pun akan saya kejar! Tidak ada rumus kompromistis dengan penyamun dan bandit uang rakyat,” tegas Acek Kusuma dalam pernyataannya yang viral dan disebarkan ke berbagai kalangan pada Minggu (17/5/2026).
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan sosial dan desakan penegakan hukum dari elemen masyarakat sipil kian menguat dan tidak bisa diabaikan. Aliansi memandang korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang merusak masa depan daerah, sehingga perlawanan terhadapnya pun harus dilakukan dengan kekuatan dan ketegasan yang sama besarnya. Sikap ini sekaligus menjadi dukungan nyata bagi aparat penegak hukum agar bekerja lebih berani, mandiri, dan tuntas tanpa pandang bulu atau intervensi pihak tertentu.
Elemen pemuda dan mahasiswa ini kembali mengingatkan bahwa amanah yang diberikan rakyat wajib dijaga dengan integritas dan kejujuran tinggi. Setiap pejabat yang diberi wewenang namun justru menyalahgunakannya, harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya seberat-beratnya di hadapan hukum maupun sejarah.
Aliansi juga berjanji akan terus memantau setiap perkembangan kasus yang ada, mengawal proses hukum hingga complete, dan tidak akan tinggal diam jika ditemukan indikasi pelemahan kasus atau upaya perlindungan terhadap pelaku korupsi. Pesan ini ditujukan sebagai peringatan bagi para pejabat: masa akuntabilitas telah tiba, suara rakyat tidak lagi bisa dibungkam, dan kepentingan segelintir pihak tidak lagi bisa mengorbankan kepentingan umum.
Sikap tegas ini disambut positif oleh masyarakat luas. Publik berharap semangat kritis dan berani dari kalangan pemuda ini menjadi pendorong utama agar Jawa Timur semakin bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta melahirkan tata pemerintahan yang benar-benar melayani, jujur, dan berpihak sepenuhnya pada kepentingan rakyat.
(Tim Redaksi)
