Radar Nusantara Post Surabaya – Janji “Bebas Calo” di Samsat Surabaya Timur tinggal slogan. Fakta di lapangan menunjukkan praktik percaloan justru makin berani, dengan dugaan kuat melibatkan oknum petugas. Jalur resmi dipersulit, sementara jalur calo justru mulus asal membayar “paket” hingga jutaan rupiah.

*Dipaksa Balik Nama, Calo Tawarkan Jalan Pintas*
R, warga Surabaya, mengaku mengalami langsung. Saat mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan pada Jumat, 17/4/2026, permohonannya ditolak di loket. Alasan petugas: nama pemilik di STNK sudah meninggal dunia sehingga wajib balik nama [BBN].

Kalau urus sendiri ditolak, disuruh BBN. Tapi calo bilang gampang. Asal bayar tambahan Rp1.100.000 di luar pajak,” ungkap R.

*Tarif Gelap “Paket Lancar” di Area Parkir*
Tim media menemukan praktik serupa di area parkir Samsat Manyar. Seorang calo berinisial End secara terbuka menyebut tarif “Paket Lancar” untuk mempercepat proses.

“Roda dua nambah Rp750.000. Roda empat Rp1.500.000 sampai Rp1.750.000. Beres,” ujarnya.

End juga mengungkap adanya pungutan tambahan dengan istilah “BILUP” yang diduga dilakukan pihak internal Samsat. Dengan skema ini, warga dikenakan biaya ganda: oleh calo di luar dan oknum di dalam.

*Konfirmasi Tak Dijawab, Calo Makin Leluasa*
Upaya konfirmasi telah dilayangkan ke Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.

Sikap diam ini kontras dengan program “Polantas Menyapa” yang menjanjikan pelayanan transparan dan bebas calo. Di lapangan, calo tetap bebas beroperasi di parkiran Samsat Manyar tanpa hambatan berarti. Keberanian mereka memunculkan dugaan adanya beking dari dalam institusi.

*Pelayanan Publik Dipertanyakan*
Jika loket resmi terus dipersulit sementara jalur calo justru dimudahkan, muncul pertanyaan besar: Samsat melayani masyarakat atau melayani jaringan percaloan?

Praktik ini bukan sekadar pungutan liar. Persoalan ini menyentuh kepercayaan publik terhadap reformasi birokrasi. Spanduk “Bebas Calo” masih terpasang, namun realitas di loket berkata sebaliknya.

Masyarakat menunggu langkah tegas dari Polda Jatim dan Korlantas Polri untuk menindak jaringan calo serta oknum yang bermain. Tanpa penindakan nyata, slogan pelayanan prima hanya akan jadi hiasan dnding 

Pamim Surabaya timur  pilih Bungkam saat di konfirmasi awak media Radar Nusantara Post ..dan whattshapp jurnalis di blokir …sampai berita ini di publikasikan belum ada jawaban….dari pihak Samsat Surabaya Timur

Jurnalis isw89 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!