Bangkalan,RADAR NUSANTARA POST- Trend thrifting memang menjadi salah satu budaya populer di kalangan Gen Z. Selain harga yang cukup ekonomis, banyak yang merasa thrifting adalah cara untuk tampil unik tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Namun, dibalik polah berburu baju bekas bermerek, terdapat masalah besar yang sering luput dari perhatian. Salah satu persoalan terbesar adalah masuknya pakaian bekas impor yang dijual dengan harga sangat murah bahkan lebih rendah dari biaya produksi UMKM lokal.

Kondisi tersebut membuat pasar dalam negeri menjadi timpang dan tidak sehat. Tidak sedikit UMKM yang akhirnya sulit berkembang bahkan gulung tikar karena kalah bersaing dengan barang murah impor ilegal ini.

selain merugikan pelaku usaha lokal dan melanggar aturan, peredaran pakaian bekas impor ilegal juga menimbulkan risiko kesehatan. Tidak semua pakaian tersebut melalui proses sterilisasi yang aman sebelum diperjualbelikan.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa pakaian bekas impor dapat mengandung jamur, bakteri, tungau, hingga residu kimia yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan terutama jika pakaian tidak dicuci dengan benar.

Pemerintah telah mengatur larangan tersebut melalui Permendag karena pakaian bekas dari luar negeri dikategorikan sebagai limbah tekstil yang harus melalui proses seleksi dan pemeriksaan ketat jika ingin masuk ke Indonesia.

Dampak lainnya yang sering kali tidak terlihat adalah masalah lingkungan. Banyak negara maju mengalirkan pakaian bekas mereka ke negara berkembang sebagai bentuk pembuangan limbah tekstil. Akibatnya, Indonesia justru berpotensi menjadi “tempat sampah fashion” dunia ketika pakaian-pakaian tersebut masuk tanpa regulasi yang jelas. Gunungan sampah tekstil semakin meningkat, limbah kain menumpuk, dan beban pengelolaan sampah menjadi semakin berat.

Thrifting yang awalnya terlihat ramah lingkungan justru bisa menjadi bagian dari rantai masalah besar dalam industri fashion global.

Senin2februari 2026
Buya Dr. Mohamad Djasuli
Pengasuh PPM Tebu Falah.

By Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!