Oplus_16908288

 

RADAR NUSANTARA POST,-Surabaya, 23 Januari 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas kecelakaan Bus Harapan Jaya yang terjadi di Perempatan Kemuning, Kota Kediri, pada Jumat, 23 Januari 2026. Insiden ini kembali menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik di Jawa Timur masih jauh dari kata aman akibat lemahnya pengawasan dan penegakan regulasi.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa kecelakaan ini tidak bisa lagi dipandang sebagai musibah semata, melainkan sebagai konsekuensi dari kelalaian struktural yang terus berulang dan dibiarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

“Setiap kecelakaan transportasi umum yang berulang adalah alarm keras atas kegagalan Dishub Jawa Timur dalam menjalankan tanggung jawabnya. Keselamatan publik tidak boleh terus dikorbankan oleh lemahnya pengawasan dan pembiaran sistemik,” tegas Deni.

BEM Nusantara Jawa Timur menilai bahwa Dishub Jawa Timur masih belum menunjukkan keseriusan dalam memastikan seluruh armada bus yang beroperasi memenuhi standar operasional keselamatan. Kelayakan kendaraan, kondisi teknis armada, serta kompetensi dan kondisi pengemudi kerap luput dari pengawasan yang ketat. Lemahnya inspeksi berkala dan minimnya penindakan tegas terhadap pelanggaran menjadi faktor utama yang memperbesar risiko kecelakaan di jalan raya.

BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan bahwa sudah seharusnya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengawasan transportasi umum. Standar operasional bus harus ditegakkan secara konsisten dan tanpa kompromi, bukan hanya sebagai formalitas administrasi, melainkan sebagai instrumen perlindungan nyawa masyarakat. Audit terhadap perusahaan otobus perlu dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, terutama bagi perusahaan yang memiliki catatan pelanggaran dan kecelakaan.

Selain itu, pengawasan terhadap pengemudi bus harus menjadi perhatian utama, mulai dari jam kerja, kondisi fisik dan mental, hingga kompetensi berkendara. Tanpa pengawasan yang ketat, pengemudi akan terus dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi yang pada akhirnya membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

“Jika Dishub Jawa Timur terus gagal menjalankan perannya, maka kecelakaan serupa hanya tinggal menunggu waktu. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian birokrasi,” tambah Deni.

BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu keselamatan transportasi publik dan akan mengambil langkah advokasi lanjutan apabila pemerintah daerah tetap abai terhadap tanggung jawabnya dalam melindungi keselamatan masyarakat.

Kordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur
Deni Oktaviano Pratama
Cp: 08133088568

By Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!