Oplus_16908288

 

𝗦𝗨𝗥𝗔𝗕𝗔𝗬𝗔,RADAR NUSANTARA POST— Bantuan 200 unit becak listrik yang diberikan kepada tukang becak di Kota Surabaya dipandang memiliki dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya bagi pekerja informal lanjut usia.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, usai menghadiri acara penyerahan bantuan tersebut, Kamis (22/1/2026). Menurutnya, program ini tepat sasaran dengan menyasar kelompok rentan yang selama ini mengandalkan pekerjaan berat berbasis tenaga fisik.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat miskin dan kelompok lansia yang masih harus bekerja keras,” ujar Cahyo.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap para tukang becak yang mayoritas berusia 60 tahun ke atas dan tetap bekerja meski kondisi fisik tidak lagi prima. Becak listrik dinilai sebagai langkah strategis karena tidak hanya meringankan beban kerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

“Harapannya, dengan becak listrik ini, para tukang becak bisa lebih sehat, produktif, dan ekonominya membaik secara berkelanjutan,” katanya.

Cahyo juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memfasilitasi operasional becak listrik melalui penataan rute dan integrasi dengan sektor pariwisata. Becak listrik akan diarahkan pada rute strategis yang terintegrasi dengan wisata kota.

“Jika pariwisata meningkat, pendapatan tukang becak ikut naik, dan efek bergandanya dapat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Untuk memastikan keberhasilan program, DPRD Jatim bersama Pemkot Surabaya akan melakukan pemantauan berkala agar bantuan benar-benar produktif dan tepat sasaran. Monitoring akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota, DPRD, yayasan, serta unsur kewilayahan seperti Babinsa dan Dandim. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi kendala di lapangan, termasuk proses adaptasi teknologi.

Cahyo menambahkan, desain becak listrik yang relatif besar dinilai nyaman dan multifungsi. Selain untuk transportasi harian, juga mendukung aktivitas wisata.

“Becaknya besar dan kuat, nyaman untuk pariwisata maupun kebutuhan masyarakat. Ini bisa menjadi model pengembangan becak yang lebih modern dan manusiawi,” tuturnya.

Ia berharap program serupa dapat direplikasi di daerah lain di Jawa Timur. Pengembangan transportasi ramah lingkungan berbasis pemberdayaan ekonomi rakyat kecil dinilai dapat menjadi salah satu solusi menekan angka kemiskinan di sektor informal. (𝗺𝘇𝗮)

 

Editor : Ahmad Shohib

By Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!