Oleh: Rahmat Meifo Safarullah
Bangkalan, Radar Nusantara pos, QS. Adz-Dzāriyāt ayat 23 merupakan salah satu ayat yang sangat kuat dalam meneguhkan keyakinan manusia terhadap kepastian janji Allah. Dalam ayat ini, Allah berfirman, “Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang telah dijanjikan kepadamu itu benar-benar nyata, seperti halnya kamu dapat berbicara.” Allah membuka ayat ini dengan sebuah sumpah yang agung, yakni bersumpah atas nama-Nya sebagai Tuhan langit dan bumi. Sumpah ini menunjukkan bahwa apa yang akan Allah tegaskan adalah sesuatu yang sangat penting, tidak boleh diragukan, dan harus diyakini sepenuh hati oleh manusia. Para mufasir menjelaskan bahwa janji yang dimaksud mencakup seluruh ketetapan Allah, seperti kepastian hari kebangkitan, perhitungan amal, balasan surga dan neraka, serta ketentuan rezeki, pertolongan, dan segala hal yang Allah janjikan kepada hamba-Nya.
Allah menegaskan bahwa semua janji-Nya adalah haqq, yakni kebenaran yang pasti terjadi. Tidak ada satu pun ketetapan Allah yang akan meleset dari waktunya. Menariknya, Allah memberikan perumpamaan yang sangat dekat dengan pengalaman manusia, yakni kepastian janji-janji-Nya itu setegas dan sejelas kenyataan bahwa manusia sedang berbicara. Sebagaimana seseorang yakin bahwa ia berbicara, mendengar suaranya sendiri, dan mengetahui bahwa kata-katanya nyata, demikian pula seharusnya seorang Mukmin yakin bahwa janji Allah akan terwujud. Perumpamaan ini disebut para ulama sebagai bentuk penguatan keyakinan, karena manusia membutuhkan hal yang konkret untuk meneguhkan hati mereka dalam menghadapi keraguan dan ujian hidup.
Ayat ini sekaligus mengajarkan keyakinan kepada takdir bahwa semua ketentuan Allah, baik rezeki, jodoh, ujian, maupun pertolongan, sudah ditetapkan dan pasti terjadi. Seorang Mukmin tidak perlu merasa gelisah terhadap masa depan atau khawatir tentang rezeki yang belum terlihat, sebab Allah telah menjaminnya. Begitu pula kepastian akan hari kiamat dan kehidupan akhirat. Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari perjalanan menuju balasan yang telah Allah janjikan. Dengan memahami ayat ini, seseorang akan memiliki ketenangan batin, tidak mudah putus asa, serta lebih mudah bertawakal kepada Allah.
Dalam kehidupan modern yang penuh kecemasan, ayat ini menjadi penguat spiritual bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Ketika manusia menghadapi kesulitan, merasa doanya belum terkabul, atau melihat hidup tidak berjalan sesuai harapan, ayat ini menghibur bahwa segala sesuatu memiliki waktu yang telah Allah tetapkan. Tugas manusia hanyalah beriman, berusaha, dan bersabar, sementara hasil akhirnya berada dalam ketetapan Allah. Dengan demikian, QS. Adz-Dzāriyāt ayat 23 bukan hanya ayat yang menjelaskan kepastian janji Allah, tetapi juga menjadi sumber ketenangan, keteguhan, dan kekuatan bagi setiap Mukmin dalam menjalani kehidupan.
Senin19Januari 2026
Buya Dr. Mohamad Djasuli
Pengasuh PPM Tebu Falah

By Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!