‎Surabaya, RADAR NUSANTARA POST,-
‎**1. Forum Lirboyo tidak netral secara konteks**
‎Musyawarah Kubro di Lirboyo tidak bisa dibaca polos sebagai ukhuwah. Di tengah konflik PBNU yang belum selesai secara konstitusional, forum ini berpotensi digeser dari ruang moral ke alat konsolidasi politik.

‎**2. Ada indikasi perubahan orientasi forum**
‎Skala forum diperluas secara nasional dan melibatkan representasi Muktamar. Ini bukan teknis semata, tapi perubahan fungsi: dari ta’lif al-qulub menjadi tekanan kolektif terhadap struktur.

‎**3. Timing forum strategis dan politis**
‎Forum digelar pasca jalur Tahkim melemahkan posisi Gus Yahya. Arena konflik dialihkan dari jalur struktural (qanun) ke jalur kultural (kharisma kiai).

‎**4. Narasi “islah” dipakai tanpa konsep hukum**
‎Islah dikemas sebagai solusi darurat, tetapi mengabaikan keadilan prosedural dan AD/ART. Tujuannya bukan penyelesaian konflik, melainkan rekonstruksi legitimasi Gus Yahya.

‎**5. Potensi forum dibegal untuk legitimasi MLB**
‎Skema yang terbaca:

‎* Islah sebagai pintu masuk
‎* Delegitimasi PB Syuriyah secara implisit
‎* Normalisasi langkah luar biasa (MLB)
‎* Proyeksi Gus Yahya sebagai simbol stabilitas dan “kehendak kiai”

‎**6. Penyimpangan tradisi NU**
‎Forum kiai sepuh adalah marja’ al-adab, bukan marja’ al-qanun. Menjadikannya basis MLB adalah pembajakan fungsi musyawarah.

‎**7. Preseden berbahaya bagi NU**
‎Jika dibiarkan:

‎* Tahkim bisa dilewati jika kalah
‎* Kiai sepuh direduksi jadi alat legitimasi
‎* Aturan jam’iyyah tunduk pada mobilisasi simbolik

‎**8. Risiko eskalasi konflik**
‎Mobilisasi kader non-struktural di PW/PC atas nama Gus Yahya berpotensi membegal forum. Jika forum menjadi pintu MLB versi Gus Yahya, NU akan masuk fase **dualisme PBNU** dan konflik terbuka.

‎**9. Bola ada di tangan Lirboyo**
‎Tanpa pengendalian forum dan konsep tegas, Musyawarah Kubro justru bisa menjadi detonator konflik terbesar NU pasca Muktamar Lampung.

‎—


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!